Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Spanning Tree Protocol ? dan Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
cielah yang dateng kek artikel ini karena SG Diary Depresi Config hayuk ngaceng- *eh* ngacuunng.
ketawan nih para Jomblo2 Pemaksiat Keyboard ^_^.
Ditutorial kali ini Nue bakal Share Apa Itu Spanning Tree Protocol ? dan Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco , tentu Konfigurasi kali ini sangat BASIC sekali, lumayan lah untuk kalian yang masih pemula di Cisco.
untuk yang master silahkan skip artikel ini :'(
APA ITU SPANNING TREE PROTOCOL ??
Spanning Tree Protocol atau disingkat STP adalah protokol yang berfungsi untuk mencegah terjadinya looping pada proses pengiriman data. STP biasanya digunakan jika switch memiliki dua jalur atau lebih untuk menuju ke satu tujuan yang sama.

Contoh penggunaan Spanning Tree Protocol.
STP akan melakukan blocking terhadap satu atau beberapa port sehingga nantinya hanya akan ada satu jalur yang digunakan untuk mengirim data, sementara yang lainnya akan menjadi jalur cadangan. Ketika jalur yang digunakan untuk mengirim data tersebut mengalami down, maka STP akan membuka port yang diblok tadi. Pengiriman data akan dialihkan ke jalur cadangan sampai jalur utama kembali normal. Spanning Tree Protocol bekerja di layer 2 OSI. STP biasa digunakan pada switch, router yang menjalankan mode bridge, serta mulitlayer swicth yang berfungsi sebagai switch.

Pada perangkat yang menjalankan spaning tree protocol, akan terdapat dua peran yang berbeda, yakni Root Bridge dan Non-Root Bridge. Root Bridge merupakan switch yang semua portnya aktif/menyala. Sedangkan Non-Root Bridge adalah switch-switch selain Root Bridge. Apabila hanya ada dua buah switch, maka Non-Root Bridge adalah switch yang salah satu atau beberapa portnya mati (mengalami blocking) yang bertujuan untuk mencegah terjadinya looping. Dalam sebuah jaringan spanning tree, hanya akan ada satu switch yang menjadi Root Bridge dan lainnya akan menjadi Non-Root Bridge. Mari kita lihat gambar di bawah ini :
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa Switch1 merupakan Root Bridge karena seluruh portnya dalam keadaan aktif (berwarna hijau), sementara Switch0 merupakan Non-Root Bridge karena pada switch0 terdapat salah satu port yang dalam keadaan blocking (berwarna oranye). Port yang mengalami blocking inilah yang akan menjadi jalur cadangan. Jadi, apabila salah satu port yang di atas mengalami down, maka link yang di bawahnya akan digunakan sebagai jalur pengganti untuk mengirim data.

Pemilihan Root Bridge didasarkan pada priority yang dimiliki oleh masing-masing switch. Switch yang memiliki nilai priority paling rendah akan menjadi Root Bridge. Apabila nilai priority dari beberapa switch adalah sama, maka pemilihan Root Bridge akan dilihat dari nilai MAC Address terendah. Switch yang memiliki nilai MAC Address paling kecil akan menjadi Root Bridge. 

Mari kita lihat informasi spanning tree protocol dari masing-masing switch di atas. Kita dapat menggunakan perintah show spanning-tree pada masing-masing switch untuk melihat informasi detailnya.
Berikut adalah informasi spanning tree pada switch0 :


SW0#show spanning-tree 
VLAN0001 
   Spanning tree enabled protocol ieee 
   Root ID       Priority        32769 
                      Address      0060.4764.57E1 
                      Cost            19 
                      Port             1(FastEthernet0/1) 
                      Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 

    Bridge ID   Priority         32769 (priority 32768 sys-id-ext 1) 
                      Address       00E0.F9CC.5BE3 
                      Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 
                      Aging Time  20 

Interface        Role     Sts        Cost     Prio.Nbr  Type
----------------   ----       ---          ---------  --------     -------------------------------
Fa1/1             Altn     BLK       19         128.2      P2p 
Fa0/1             Root    FWD      19         128.1     P2p 

SW0#

informasi spanning tree pada switch1 :

SW1#show spanning-tree
VLAN0001
    Spanning tree enabled protocol ieee
    Root ID      Priority        32769 
                      Address      0060.4764.57E1 
                      This bridge  is the root 
                      Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 

    Bridge ID   Priority         32769 (priority 32768 sys-id-ext 1) 
                      Address       0060.4764.57E1 
                      Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 
                      Aging Time  20 

Interface      Role  Sts      Cost     Prio.Nbr Type
---------------- ----     ---       ---------  --------     -------------------------------- 
Fa0/1           Desg FWD  19          128.1     P2p
Fa1/1           Desg FWD  19          128.2     P2p

SW1#

Berdasarkan informasi di atas, dapat diketahui bahwa Switch0 (SW0) memiliki nilai priority yang sama dengan Switch1 (SW1) yakni 32769. Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa SW1 adalah Root Bridge ? Karena kedua switch memiliki nilai priority yang sama, maka pemilihan Root Bridge dilhat dari nilai MAC Address terkecil di antara kedua switch di atas. Coba perhatikan pada bagian Bridge ID. SW0 memiliki address 00E0.F9CC.5BE3 sedangkan SW1 memiliki address 0060.4764.57E1. Karena MAC address SW1 lebih kecil daripada SW0, maka SW1 menjadi Root Bridge. Perhatikan juga bahwa pada SW1 terdapat tulisan "This bridge is root" sementara pada SW0 tidak ada.

Dalam spanning tree protocol juga terdapat beberapa jenis port antara lain :
- Designated Port, yaitu port yang digunakan untuk mengirim data (memiliki MAC address terkecil).
- Root Port, yaitu port pada switch yang terhubung ke Root Bridge.
- Blocking Port, yaitu port yang diblok sehingga menjadi tidak aktif dan tidak digunakan untuk mengirim data. Biasanya blocking port dipilih dari nilai MAC address terbesar, nilai port terbesar, atau port dengan bandwidth terkecil.
Lihatlah kembali informasi spanning tree pada Switch0 dan Switch1 pada bagian Inteface. Pada Switch0 port Fa0/1 berstatus FWD (forward) yang artinya port tersebut merupakan designated port dan digunakan untuk mengirimkan data. Sedangkan pada port Fa1/1 berstatus BLK yang artinya port tersebut dalam keadaan blocking dan tidak digunakan untuk mengirimkan data. Port tersebut menjadi alternate port (cadangan) dan akan aktif ketika port di atas nya mengalami down.

Sementara pada Switch1, baik port Fa0/1 maupun Fa1/1 berstatus FWD. Hal ini dikarenakan Switch1 merupakan Root Bridge sehingga semua port nya dalam keadaan aktif. Port Fa1/1 akan tetap aktif meskipun tidak digunakan untuk mengirim data.

NOTE !! hanya ada satu root bridge dalam jaringan  spanning tree. Switch yang seluruh port nya berstatus forward belum tentu Root Bridge, bisa saja switch tersebut menjadi Non-Root Bridge. Sedangkan switch yang memiliki blocking port sudah pasti Non-Root bridge.

Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco
Saya akan membahas konfigurasi spanning tree pada cisco yakni mengenai cara mengubah priority pada switch serta mengubah blocking port pada switch yang menjadi Non-Root Bridge. Dengan mengubah priority kita bisa menentukan switch mana yang akan menjadi Root Bridge. Sedangkan dengan mengubah blocking port, kita dapat menentukan mana jalur yang akan digunakan untuk mengirim data dan mana jalur yang akan dijadikan sebagai jalur cadangan.
 
Perlu kita ketahui bahwa pada Cisco, fitur  Spanning Tree Protocol sudah otomatis aktif tanpa perlu kita konfigurasi terlebih dahulu. Ketika kita membuat lebih dari satu jalur untuk menuju ke satu tujuan yang sama, maka salah satu atau beberapa port akan terblock untuk menghindari looping.

Gambar Topologi Jaringan Spanning Tree
Mengubah Nilai Priority
 

Coba lihat kembali gambar di atas. Pada topologi di atas, yang menjadi Root Bridge adalah switch1. Untuk lebih yakin lagi, mari kita lihat informasi spaaning tree pada switch1 :

SW1#show spanning-tree 
VLAN0001 
    Spanning tree enabled protocol ieee
    Root ID      Priority        32769 
                      Address      0060.4764.57E1 
                      This bridge  is the root 
                      Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 

    Bridge ID   Priority         32769 (priority 32768 sys-id-ext 1) 
                      Address       0060.4764.57E1 
                      Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 
                      Aging Time  20 

Interface      Role  Sts     Cost    Prio.Nbr  Type
---------------- ----     ---      --------- --------     --------------------------------
Fa0/1           Desg FWD 19        128.1      P2p
Fa1/1           Desg FWD 19        128.2      P2p

SW1#

Yup, terdapat tulisan "This bridge is root" yang menandakan bahwa switch tersebut merupakan Root Bridge. Selanjutnya, saya akan mengubah agar switch0 menjadi Root Bridge. Ada dua cara yang bisa kita lakukan. Yang pertama adalah mengubah nilai priority switch0 agar menjadi lebih kecil dari switch1, dan yang kedua adalah mengubah nilai priority switch1 agar menjadi lebih besar dari switch0. Saya akan memilih cara yang pertama, yakni mengubah priority pada switch0.

Untuk mengubah nilai priority, gunakan perintah spanning-tree vlan [ID] priority [nilai_priority]. Karena pada switch ini kita tidak mengkonfigurasi vlan sehingga hanya terdapat vlan default yakni vlan1, maka kita akan mengkonfigurasi priority spanning tree pada vlan 1. Berikut adalah perintah lengkapnya :

SW0>enable
SW0#configure terminal
SW0(config)#spanning-tree vlan 1 priority ?
      <0-61440> bridge priority in increments of 4096
SW0(config)#spanning-tree vlan 1 priority 4096

catatan : nilai priority spanning tree harus merupakan kelipatan dari 4096,
misal : 0, 4096, 8192, ....61440.

Untuk melihat hasil konfigurasi, gunakan perintah show spanning tree seperti berikut :

SW0#show spanning-tree
VLAN0001
  Spanning tree enabled protocol ieee
  Root ID      Priority        4097
                    Address      00E0.F9CC.5BE3
                    This bridge  is the root
                    Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec

  Bridge ID   Priority         4097 (priority 4096 sys-id-ext 1)
                    Address       00E0.F9CC.5BE3
                    Hello Time   2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec
                    Aging Time  20

Interface      Role  Sts     Cost    Prio.Nbr Type
---------------- ----     ---      --------- --------     --------------------------------
Fa1/1           Desg FWD  19       128.2      P2p
Fa0/1           Desg FWD  19       128.1      P2p

SW0#

Lihatlah nilai priority pada bagian Bridge ID. Loh kok 4097, bukankah tadi konfigurasinya adalah 4096 ? Perlu diketahui bahwa nilai priority yang kita konfigurasikan akan otomatis ditambah 1 sehingga jika kita konfigurasi nilai 4096 maka pada informasi spanning tree akan berubah menjadi 4097. Lihatlah juga nilai priority pada bagian Root ID yang juga berubah. Kemudian terdapat tulisan "This bridge is root" yang menandakan switch0 telah menjadi Root Bridge.

Sebagai perbandingan, berikut adalah informasi spanning tree pada switch1 yang tidak saya ubah sama sekali. :

SW1#show spanning-tree
VLAN0001 
  Spanning tree enabled protocol ieee
  Root ID               Priority       4097
                             Address     00E0.F9CC.5BE3
                             Cost           19
                             Port            1(FastEthernet0/1)
                             Hello Time  2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec

   Bridge ID           Priority        32769 (priority 32768 sys-id-ext 1) 
                             Address      0060.4764.57E1
                             Hello Time  2 sec Max Age 20 sec Forward Delay 15 sec 
                             Aging Time 20

Interface      Role Sts     Cost    Prio.Nbr Type
---------------- ----    ---      --------- --------    --------------------------------
Fa0/1           Root FWD  19       128.1     P2p
Fa1/1           Altn  BLK    19       128.2     P2p

SW1#

Status interface yg sebelumnya adalah FWD-FWD berubah menjadi FWD-BLK. Tulisan "This bridge is root" yang sebelumnya ada juga sekarang hilang. Dan berikut adalah gambar topologi setelah switch0 menjadi Root Bridge :
Mengubah Blocking Port
 

Secara default, port yang akan terblocking adalah port yang memiliki nomor paling besar atau port yang memiliki mac address paling besar. Untuk menentukan port mana yang akan menjadi blocking port, ada dua cara yang bisa kita gunakan. Yang pertama adalah mengubah nilai bandwidth pada interface dan yang kedua adalah menonaktifkan port yang tidak ingin dipakai.

*jika kita menonaktifkan port maka port tersebut tidak bisa menjadi jalur cadangan ketika jalur utama mengalami down.

Nah, selanjutnya kita akan mengubah blocking port pada switch1. Kita akan membuat interface fa0/1 menjadi blocking port dengan cara mengecilkan nilai badnwidth pada interface fa0/1. Untuk mengubah nilai bandwidth interface bisa melalui konfigurasi GUI seperti berikut :
atau dengan peritah CLI berikut :

SW1#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
SW1(config)#interface FastEthernet0/1
SW1(config-if)#speed 10
SW1(config-if)#exit


Dan inilah topologi setelah interface fa0/1 berubah menjadi blocking port :
Berikutnya adalah cara yang kedua yakni menonaktifkan interface yang tidak ingin dipakai. Konfigurasi bisa dilakukan melalui GUI atau menggunakan perintah CLI. Apabila ingin menggunakan perintah CLI maka perintah lengkapnya adalah sebagai berikut:

SW1(config)#interface FastEthernet0/1
SW1(config-if)#shutdown


Dan inilah topologi setelah port fa0/1 dinonaktifkan :

Sekian Tutorial Receh pada artikel ini hehhee, semoga bermanfaat, dan bisa membantu kalian.
Hahaha ya begitu dah , sekian tutorial ringan kali ini. itung2 buat nambah wawasan dan santay2 ngopi sambil ngoprek ^_^

Mampir juga ke artikel di Blog ini yg setema dengan tutorial kali ini > Label artikel Cisco Packet Tracer
 

owh iya, Bila ada Link atau gambar pada Artikel Blog ini ada yang rusak/Mati, harap lapor disini 
 

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")
bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak.
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: TKJ CYBER ART
Nue cuma niat untuk Share Tutorial, yg bertujuan utk membantu para pemula kek Nue :')
Sekian dan semoga bermanfaat .. terimakasih



Thanks to [Refrensi]:


./Nuenomaru

Ayo Bangun, Karena tidak ada orang yang Sukses, bermula dari Menghabiskan Waktunya di Tempat Tidur




Visit and follow :

FP         : TKJ Cyber Art

G+         : TKJ Cyber Art
youtube : TKJ Cyber Art
BBM      : C0018D1A2
Line       : http://line.me/ti/p/%40hjl8740i

Posting Komentar untuk "Apa Itu Spanning Tree Protocol ? dan Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco"