Sunday, 5 August 2018

Pengenalan dan Klasifikasi IP Address, Pengertian Subnet Mask, Mengenal Notasi CIDR

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
untuk Basic yang ada di dalam Materi SG Diary Config akan saya percepat updatenya, karena Basic Artikel ini berguna untuk kalian yang baru Mulai menyentuh dunia Jaringan.
untuk para Master silahkan skip artikel Basic ini ^_^ atau boleh unfollow artikel ini akwkawk.
Bagi sebagian orang yang sudah akrab dengan dunia komputer dan jaringan mungkin sudah tidak asing dengan ip address. Hal tersebut merupakan hal dasar yang harus diketahui serta dipahami oleh mereka. Tapi bagaimana dengan orang - orang yang masih awam dan ingin mempelajari seputar dunia kompuer dan jaringan ? Postingan berikut dapat kamu gunakan untuk memberikan informasi awal dan dasar untuk kamu yang ingin atau memiliki minat pada dunia komputer. di Postingan ini kita akan bermain pada OSI Layer, layer ke 3.

Lalu, apa yang dimaksud dengan ip address ? Saya akan berikan definisi yang begitu singkat serta sederhana dan semoga mudah untuk dipahami. Jadi, IP Address adalah sebuah alamat logikal yang dimiliki oleh komputer. Kenapa disebut alamat logikal ? Karena secara fisik memang alamat ini tidak dapat kita lihat.
 

Pengenalan IP Address

Kita dapat melihat IP Address pada konfigurasi di dalam komputer. Bisa melalui Network Connection (Pada Windows), melalui Command Prompt dengan perintah ipconfig (Pada Windwos), atau juga pada terminal menggunakan perintah ifconfig (Pada linux).


Via Network Connection

Via Command Prompt
Kalau pada komputer terdapat alamat logikal, apakah komputer juga memiliki alamat fisik ? Jawabannya adalah IYA. Alamat fisik pada sebuah komputer disebut dengan MAC Address (Media Access Control Address). Penjelasan mengenai mac address ini mungkin akan saya jelaskan pada postingan yang lain.

Nah bebricara kembali mengenai ip address. Saat ini, ip address yang digunakan oleh komputer - komputer umumnya masih menggunakan IP Address Versi 4. Versi lainnya adalah IP Address Versi 6 yang saat ini belum digunakan secara umum.

IP Address (Versi 4) ini memiliki panjang yakni 32 bit bilangan biner yang bisa dinotasikan secara decimal. 32 bit ini dibagi menjadi 4 bagian yang masing - masing bagian disebut oktet, sehingga ip address terdiri dari 4 oktet dimana setiap oktet terdiri dari 8 bit (8 bit diperoleh dari 32 bit dibagi 4). Setiap oktet dipisahkan dengan tanda dot (.).

Contoh ip address :
00001010.00001010.00001010.00000001 (10.10.10.1)
11000000.10101000.00000000.00000001 (192.168.0.1)
IP Address terdiri dari 2 bagian yakni Network ID dan Host ID. Network ID menggambarkan terletak dijaringan manakah sebuah komputer tersebut, sementara Host ID menggambarkan letak sebuah komputer dalam sebuah jaringan. Sebelumnya, lihat dulu gambar berikut :
Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa ip address 192.168.1.3 memiliki network ID 192.168.1.0 dan Host ID .3, Maka komputer yang memiliki ip address tersebut terletak pada jaringan 192.168.1.0 dan komputer tersebut terletak pada urutan ketiga dari jaringan tersebut. Sebagian mengilustrasikan Network ID sebagai nama jalan dan Host ID sebagai nomor rumah untuk mempermudah dalam memahami ip address.

Klasifikasi IP Address

Jadi, jika ditinjau secara umum, berdasarkan sifat serta penggunaannya, IP Address dibedakan menjadi 2 yakni IP Address Private dan IP Address Public atau orang - orang umum menyebutnya ip privat dan ip public. Lalu apa perbedaan dari keduanya ?

IP Private :

- Digunakan untuk berkomunikasi pada jaringan lokal
- Jumlah ip address yang dapat digunakan lebih sedikit daripada ip public (sudah ada ketentuannya)
- Tidak bisa dirouting ke Internet (Apa itu routing ? Nanti akan saya jelaskan pada postingan yang lainnya)
- Tidak digunakan untuk berkomunikasi di internet

IP Public :

- Digunakan untuk berkomunikasi di internet
- IP Address yang dapat digunakan lebih banyak daripada ip privat
- Bisa dirouting ke Internet
- Jarang digunakan untuk komunikasi pada jaringan privat/lokal bahkan tidak.

Itulah beberapa perbedaan antara IP Privat dan IP Public. Sekarang yang perlu diketahui adalah ip address mana saja yang dapat digunakan sebagai ip private karena memang untuk ip private sudah ada aturan/ketentuannya. Berikut ini adalah daftar ip address private (ip address yang dapat digunakan untuk jaringan privat/lokal) :


 Selanjutnya akan saya bahas klasifiaksi ip address berdasarkan penggunaan kelas - kelas ip. Dilihat dari penggunaan kelas ip address atau tidak, ip address dibedakan menjadi 2 yakni ip classless dan ip classfull. Lalu apa perbedaannya ?

IP Classless
IP Classless adalah ip address yang tidak menggunakan kelas - kelas ip address. IP Address yang tidak menggunakan kelas, dapat menggunakan subnet mask mana saja (tidak hanya subnet mask default). Ciri dari ip classless adalah memiliki notasi prefix (tanda /) diluar notasi prefix pada ip classfull. Subnet mask yang digunakan mengacu pada notasi prefix yang dimiliki. Untuk daftar subnet mask yang bisa digunakan bisa dilihat pada postingan mengenai subnet mask.
Contoh :
192.168.10.8/25
10.10.20.5/20
172.168.1.1/30


IP Classfull
IP Classfull adalah ip address yang memiliki kelas - kelas ip address. Terdapat 5 kelas dalam ip address ini yakni kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, kelas E. Namun hanya kelas A, B, dan C yang digunakan untuk kepentingan umum dalam jaringan komputer. Kelas D dan E hanya digunakan untuk keperluan khusus. Lalu ip address mana saja yang merupakan anggota kelas A, B, C, D, serta E ?


Untuk IP Classfull, notasi prefix yang digunakan antara lain /8 (untuk kelas A), /16 (untuk kelas B), serta /24 (untuk kelas C). Sementara notasi prefix untuk Kelas D dan E tidak didefinisikan. Subnet mask yang digunakan adalah subnet mask default untuk setiap kelas (lihat gambar Daftar IP Address Private)

Dalam prakteknya ketika kita mendesain jaringan komputer, ip classless lebih cenderung digunakan karena kita dapat menentukan jumlah ip address yang digunakan sesuai dengan jumlah host yang pada jaringan, sehingga penggunaan ip address bisa lebih efisien.

Penggunaan dan pengalokasian IP Publik diatur secara ketat

Perjalanan IPv4 dalam dunia internet dan jaringan bermula di awal tahun 1970, ketika itu projek DARPA (Defense Advanced Reserch Project Agency) yang menjadi cikal bakal internet saat ini. dikala itu karena jumlah komputer yang menggunakan internet belum seberapa jumlah nya maka digunakakanlah pengalamatan 32bit angka binary sebagai IPv4 untuk perangkat jaringan dan komputer. dengan 32bit IPv4 didapatkan 4,294,967,296 IP unik ini merupakan angka yang sangat banyak dikala itu dan lebih dari cukup. Semua berubah ketika negara api menyerang. diawal tahun 1990an pertumbuhan dunia komputer dan jaringan sangat pesat sedangkan pengalokasian IP disaat itu belum ada. karena menyadari bahwa IP bakal habis jika tidak diatur maka munculah ide untuk mengalokasikan IP khusus untuk perangkat Local network atau yang dikenal dengan IPv4 Private addresses, itu tersebut direalisasikan dalam terbitan RFC 1918 yang berisi deretan IP yang harus digunakan untuk perangkat Local Network /internal network.


IP private telah ditentukan dan diatur dalam terbitan RFC 1918 , dan penggunaan nya tidak perlu registrasi karena ruang lingkupnya hanya jaringan local. beda dengan IP Public yang bisa diakses dari manapun /global ,untuk dapat menggunakan IP public seseorang/organisasi harus mendaftar dulu kepada otoritas terdekat seperti ISP untuk mendapat alokasi IP public yang akan digunakan.
pengalokasian IP addresses public diatur oleh organisasi yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority). IANA bertanggung jawab atas pengalokasian IP address (baik IPv4 atapun IPv6) ,mengalokasikan IP khusus untuk keperluan Khusus seperti militer /penelitian,mengatur dan mendistribusikan IP berdasar regional /negara .
Kedua jenis IPv4 ataupun IPv6 pada dasarnya dialokasikan secara terstruktur. pengguna/organisasi dapat mendapatkan IP address public dari ISP (Internet Service Provicer) , ISP mendapat Alokasi IP address dari LIR (Local Internet Registry) atau National Internet Registry (NIR) atau mendapat alokasi dari Regional Internet Registry (RIR). karena IP public dalam penggunaan nya memerlukan registrasi sebelum dialokasikan maka IP Public ketika di WHOIS (istilah untuk melihat kepada siapa IP /Domain diregister) akan muncul data dari pemilik/organisasi dan negara pemegang IP public tersebut.makanya keberadaan hacker dapt diketahui dari jejak /log IP yang tertinggal ketika melakukan hacking di TKP.
Untuk saat ini dinia dibagi menjadi 5 region (RIR )untuk menagani pendistribusian dan registrasi IP public:



Demikian penjelasan mengenai klasifikasi ip address. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang ip address.

Pengertian Subnet Mask


Dalam sebuah komputer, ip address selalu memiliki pasangan yang dinamakan subnet mask. Mungkin sebagian dari kamu sudah tahu dan mungkin juga sudah paham. Tetapi bagi orang - orang yang masih awam dengan jaringan komputer dan ingin mendalami dunia komputer, saya akan berikan sedikit penjelasan mengenai subnet mask.

Jadi apa itu subnet mask ? Dari awal saya belajar komputer dan dunia jaringan komputer, sebenarnya saya juga belum mendapatkan pengertian subnet mask yang pasti dan benar. Namun berdasarkan pengamatan saya dan dilihat dari fungsi subnet mask tersebut, pengertian subnet mask adalah sekumpulan angka dengan panjang 32 bit yang terbagi menjadi 4 oktet dan berfungsi untuk menentukan network ID suatu host/komputer.

Dari pengertian tersebut, sekilas hampir sama dengan pengertian ip address. Akan tetapi bagian yang sangat menonjol dan membedakannya dengan ip address adalah, bahwa subnet mask berfungsi untuk menentukan Network ID suatu host, sementara ip address merupakan alamat logikal suatu host.

Contoh subnet mask :
255.255.255.0
255.255.0.0
255.255.128.0
255.255.255.240


Berikut adalah gambar contoh subnet mask yang bisa digunakan :


contoh Subnet Mask
Lalu bagaimana subnet mask bisa menentukan network ID suatu host ? Berikut adalah cara untuk menentukan network ID suatu host dengan syarat subnet mask harus diketahui. Apabila subnet mask tidak diketahui maka network ID menjadi sulit untuk ditentukan.
Misal terdapat ip address 192.168.8.4 dan subnet mask 255.255.255.0.


Pertama, kita ubah angka - angka di atas menjadi notasi biner :
192.168.8.4      = 11000000.10101000.00001000.00000100
255.255.255.0  = 11111111.11111111.11111111.00000000


Langkah kedua, kita AND-kan bilangan - bilangan tersebut. Apa itu AND ? AND adalah salah satu operasi dalam bilangan boolean. Prinsipnya, bilangan - bilangan yang sama akan menghasilkan nilai 1 sementara yang berbeda akan menghasilkan nilai 0.
Jadi jika kedua bilangan di atas di AND-kan maka hasilnya sebagai berikut :
192.168.8.4      = 11000000.10101000.00001000.00000100
255.255.255.0  = 11111111.11111111.11111111.00000000
                         = 11000000.10101000.00001000.00000000


Langkah terakhir adalah mengubah bilangan biner hasil operasi AND menjadi bilangan desimal :
11000000.10101000.00001000.00000000 = 192.168.8.0


Sehingga sebuah host dengan ip address 192.168.8.4 dengan subnet mask 255.255.255.0 memiliki network ID 192.168.8.0

Mengenal Notasi CIDR

Dalam sebuah penulisan ip address atau ip block sering kita jumpai tanda prefix "/" (disimbolkan dengan slash) dibagian akhir suatu ip address. Misal :
192.168.1.5/24
192.168.100.11/27
10.10.12.4/18
... dsb.
Tanda prefix tersebut menggambarkan panjang subnet mask (jumlah bit yang bernilai 1 pada subnet mask). Tanda prefix ini disebut juga sebagai notasi CIDR. 


Jadi apa itu notasi CIDR ? Kita bahas sedikit tentang CIDR terlebih dahulu. CIDR (Classless Inter-Domain Routing) merupakan suatu cara yang memungkinkan kita untuk mengalokasikan ip address sesuai dengan kebutuhan jaringan.

Kembali lagi ke notasi CIDR. Jadi notasi CIDR adalah sebuah cara untuk menuliskan subnet mask dari sebuah ip address sehingga penulisannya menjadi lebih ringkas. (Mungkin sedikit tidak nyambung ya dengan pengertian CIDR, tapi ya seperti itulah. Untuk pengertian dari CIDR sendiri saya juga masih belum yakin). Dengan notasi CIDR, penulisan ip address beserta subnet mask dapat diringkas.

Bagaimana cara menentukan notasi CIDR suatu ip address ?  Kita lihat subnet mask nya terlebih dahulu. Misal sebuah ip address 192.168.7.10 memiliki subnet mask 255.255.255.192. Kemudian kita ubah subnet mask menjadi bentuk binary. Sudah bisakah mengubah decimal ke binary ? Jika belum, kamu bisa menggunakan software ipcalculator untuk mempermudah kamu dalam mengkonversi bilangan decimal ke binary dan sebaliknya. 

Lanjut ke pembahasan. Kita ubah seubnet mask menjadi bentuk binary :
255.255.255.192 = 11111111.11111111.11111111.11000000
Setelah itu kita tinggal menghitung berapa jumlah bit yang bernilai 1. Karena jumlah bit 1 ada 26 maka tanda prefix nya adalah /26. Sehingga penulisan subnet masknya menjadi :
192.168.7.10/26


Berikut adalah tabel notasi CIDR yang mungkin bisa kamu pahami :

Sekian Artikel Receh pada postingan ini hehhee, semoga bermanfaat, dan bisa membantu kalian.
Hahaha ya begitu dah , sekian tutorial ringan kali ini. itung2 buat nambah wawasan dan santay2 ngopi sambil ngoprek ^_^


owh iya, Bila ada Link atau gambar pada Artikel Blog ini ada yang rusak/Mati, harap lapor disini

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")
bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak.
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: TKJ CYBER ART
Nue cuma niat untuk Share Tutorial, yg bertujuan utk membantu para pemula kek Nue :')
Sekian dan semoga bermanfaat .. terimakasih
 

Thanks to [Refrensi]:
Tembolok ID 

./Nuenomaru

Bidang IT tidak hanya soal programming dan networking. IT lebih dari sekedar itu. Jika Network infrastructure merupakan fokus kalian maka lakukan yang lebih dari sekedar "MEMBANGUN" Jaringan dengan memberikan Keamanan.



Visit and follow :

FP         : TKJ Cyber Art

G+         : TKJ Cyber Art
youtube : TKJ Cyber Art
BBM      : C0018D1A2
Line       : http://line.me/ti/p/%40hjl8740i


EmoticonEmoticon