Monday, 13 August 2018

Konfigurasi Routing OSPF Pada Cisco

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
Cielah, baru pulang Gawe nih, baru sampe rumah , tangan ama jari gatel Kalo belum posting artikel buat kalian awkkawk.
Ditutorial kali ini Nue bakal Share Apa itu Routing OSPF dan Tutorial Konfigurasi Routing OSPF Pada Cisco .
 

Intro: OSPF merupakan kepanjangan dari Open Short Path First, yakni salah satu protokol routing yang digunakan untuk melakukan routing dinamik. OSPF banyak digunakan pada jaringan berskala besar. Salah satu kelebihannya adalah, ospf mampu mengetahui gambaran topologi yang digunakan pada jaringan.
Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang konfigurasi routing ospf pada cisco. Perlu diketahui bahwa ospf dibedakan menjadi 2 berdasarkan area nya, yakni single area (hanya menggunakan area backbone) dan multiarea (menggunakan area backbone dan area lain). Di sini kita akan membahas ospf single area.


Sebelumnya jika masih belum tau tentang Macam macam Protokol yang ada pada Routing silahkan mampir di artikel Macam-Macam Routing Protokol dan perbandingan Jalur Routing

Sedikit pembahasan mengenai konfigurasi routing ospf, karena ospf termasuk dalam dynamic routing, maka untuk konfigurasi routing minimal terdiri dari dua langkah yakni mengaktifkan routing ospf pada router kemudian mengadvertise network yang terhubung secara langsung ke router.
Read More

Sunday, 12 August 2018

Static Routing dengan Multilayer Switch Cisco

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
hari minggu nih, besok dah masuk Gawe bae ^_^ wkkwkw. lagi Not Yummy Body nih , tapi tetep sempetin buat Posting untuk Lu pade akwkaw.
Ditutorial kali ini Nue bakal Share Tutorial dan Kofigurasi Static Routing dengan Multilayer Switch Cisco .
Multilayer Switch merupakan switch yang memiliki kemampuan seperti perangkat jaringan layer 3. Salah satu contohnya adalah kemampuan untuk melakukan routing statik. Jika biasanya untuk melakukan routing statik perlu perangkat router, maka apabila kita memiliki Switch Layer 3, kita tidak perlu menambahkan perangkat router untuk melakukan routing statik.

Read More

Saturday, 11 August 2018

Apa Itu Spanning Tree Protocol ? dan Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
cielah yang dateng kek artikel ini karena SG Diary Depresi Config hayuk ngaceng- *eh* ngacuunng.
ketawan nih para Jomblo2 Pemaksiat Keyboard ^_^.
Ditutorial kali ini Nue bakal Share Apa Itu Spanning Tree Protocol ? dan Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco , tentu Konfigurasi kali ini sangat BASIC sekali, lumayan lah untuk kalian yang masih pemula di Cisco.
untuk yang master silahkan skip artikel ini :'(
Read More

Tuesday, 7 August 2018

Macam-Macam Routing Protokol dan perbandingan Jalur Routing

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
untuk Basic yang ada di dalam Materi SG Diary Config akan saya percepat updatenya, karena Basic Artikel ini berguna untuk kalian yang baru Mulai menyentuh dunia Jaringan.
untuk para Master silahkan skip artikel Basic ini ^_^ atau boleh unfollow artikel ini akwkawk.

Routing protocol adalah protokol yang terdapat pada routing dinamik (dynamic routing). Routing protocol bertugas untuk menentukan jalur terbaik yang akan dilewati oleh data serta memperbarui informasi tabel routing apabila terjadi perubahan jaringan.

Terdapat macam-macam routing protocol yang dapat kita gunakan untuk melakukan routing dinamik. Setiap protokol memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa routing protocol juga menggunakan sebuah algoritma yang bertugas untuk melakukan kalkulasi untuk mendapatkan jalur terbaik (best path). 

Sebelum membahas ke masing-masing routing protocol, akan saya bahas klasifikasi dari routing protocol terlebih dahulu. Silahkan lihat gambar di bawah ini (apabila kurang jelas bisa diklik) :

Jadi dynamic routing protocol itu terbagi menjadi 2, yakni Interior Gateway Protocol (IGP) dan Exterior Gateway Protocol (EGP).

Interior Gateway Protocol
 

IGP adalah routing protocol yang digunakan pada jaringan yang terletak dalam satu AS (Autonomous System) yang sama. Autonomous System sendiri adalah sekumpulan jaringan yang dikelola dan dikendalikan oleh otoritas administratif tunggal yang menggunakan kebijakan routing internal yang sama. Contoh dari autonomous system dapat kita lihat pada jaringan kampus, jaringan kantor yang memiliki banyak cabang, dan jaringan ISP. Sementara contoh dari IGP antara lain : RIP, EIGRP, OSPF, IS-IS.

Exterior Gateway Protocol
 

Jika IGP digunakan untuk menghubungkan router-router yang terletak dalam satu AS yang sama, maka EGP merupakan kebalikannya, yakni routing protocol yang digunakan untuk menghubungkan jaringan (routing) antar aoutonomous system. Routing protocol ini digunakan untuk routing ke luar AS oleh karena itu disebut exterior gateway protocol. Contoh dari EGP adalah BGP (Border Gateway Protocol).

Di dalam Interior Gateway Protocol masih terbagi lagi menjadi 2 jenis, yakni distance vector dan link state. Distance vector merupakan jenis routing protocol yang melakukan pemilihan jalur routing berdasarkan jarak dari router ke tujuan (hop count). Contoh distance vector adalah : RIP dan EIGRP. Sementara Link state adalah jenis routing protocol yang melakukan pemilihan jalur berdasarkan kondisi link. Contoh link state protocol adalah : OSPF dan IS-IS.

Setelah membahas klasifikasi routing protocol, berikut akan saya jelaskan masing-masing routing protocol yang telah dibahas di atas :

1. RIP (Routing Information Protocol)
 

RIP merupakan routing protocol jenis distance vector. Pemilihan jalur routing berdasarkan jarak terdekat dari router ke tujuan. Jarak dari router ke tujuan ini disebut dengan hop count sedangkan jarak antar router disebut hop. RIP terdiri dari versi 1 dan 2.

RIPv2 merupakan penyempurnaan dari RIP versi pertama. Jika pada RIP versi satu tidak mendukung VLSM, maka pada RIPv2 ini sudah mendukung hal tersebut. Akan tetapi, RIPv2 hanya bisa menerima routing update dari sesama RIPv2, sedangkan RIP versi satu dapat menerima routing update dari RIPv1 maupun RIPv2.

Baik RIP versi satu mapun RIPv2 merupakan open standart protocol yang berarti dapat digunakan pada perangkat yang berbeda vendor. RIP cenderung digunakan pada jaringan yang berskala kecil hingga sedang karena RIP memiliki keterbatasan hop maksimal 15. Jadi apabila jarak antar router ke tujuan melebihi 15 hop maka paket akan dibuang sehingga tidak sampai ke tujuan. Oleh karena itu RIP akan sulit jika digunakan pada jaringan berskala besar.

Kelebihan :
- Mendukung VLSM dan CIDR (RIPv2)
- Mudah dalam konfigurasi
- Tidak kompleks
- Mampu menonaktifkan auto-summary route (RIPv2)
- Mendukung mekanisme autentikasi

Kekurangan :
- Tidak mendukung VLSM dan CIDR (RIPv1)
- Memiliki batas maksimal 15 hop
- Tidak bisa menerima update informasi dari RIP versi satu (RIPv2)
- Proses convergence yang lambat
- Melakukan update informasi terus menerus sehingga dapat membuat trafik menjadi padat

convergence adalah proses pada router untuk terkoneksi dengan router lain untuk saling bertukar informasi seperti routing update. Proses ini terjadi pertama kali saat router dihubungkan dengan router lain melalui konfigurasi routing dan akan terjadi lagi apabila terjadi perubahan kondisi jaringan, seperti link down atau penambahan link baru.

2. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
 

EIGRP merupakan Cisco Proprietary, yakni routing protocol yang hanya terdapat pada router Cisco. Meskipun termasuk dalam distance vector routing protocol, namun EIGRP tidak menggunakan hop count untuk melakukan pemilihan jalur routing. EIGRP menggunakan beberapa parameter yang kemudian dikalkulasi sehingga menghasilkan hasil yang akan digunakan untuk menentukan jalur routing. Adapun parameter- parameter yang digunakan oleh EIGRP antara lain : bandwidth, load, delay, reliability. 

EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffused Update Algorithm) untuk mengkalkulasi jalur routing yang akan digunakan. Selain itu, EIGRP juga melakukan kalkulasi untuk menentukan jalur cadangan (backup), jadi apabila jalur utama yang digunakan tiba-tiba down, EIGRP akan otomatis menggunakan jalur backup tadi. Jalur backup pada EIGRP ini disebut Feasible Successor

Untuk keperluan routing, EIGRP mengelola tiga buah tabel, yaitu : tabel routing (routing), tabel neighbor (neighbor table), dan tabel topologi (topology table). Routing table berisi kumpulan entry routing yang digunakan oleh router. Neighbor table berisi informasi router-router yang terkoneksi secara langsung (directly connected), sedangkan topology table berisi keseluruhan jalur routing yang terdapat dalam topologi jaringan. EIGRP ini cocok digunakan untuk jaringan berskala kecil hingga menengah.

Kelebihan :
- Mendukung VLSM dan CIDR
- Memiliki hop count maksimal 224
- Proses convergence yang cepat
- Memiliki jangkuan network yang lebih luas dari RIP
- Mampu menonaktifkan auto-summary router

Kekurangan :
- Merupakan Cisco Proprietary sehingga hanya dapat digunakan pada Router Cisco
- Melakukan update informasi terus menerus
- Menggunakan lebih banyak resource router

3. OSPF (Open Shortest Path First)

OSPF merupakan link state routing protocol dimana pemilihan jalur routingnya menggunakan kondisi link. OSPF akan memberikan harga (cost) untuk setiap link yang ada. Cost yang memiliki nilai paling kecil akan dijadikan sebagai acuan untuk menentukan jalur routing. OSPF menggunakan algoritma Djikstra untuk menentukan jalur serta menghasilkan peta topologi jaringan sehingga OSPF akan mengetahui seluruh jalur yang ada pada jaringan tersebut.

Pada OSPF terdapat konsep area yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran paket LSA (Link State Advertisment) yang nantinya akan digunakan untuk bertukar informasi routing update. Terdapat sebuah area yang harus ada dalam setiap konfigurasi OSPF, yakni area 0 atau disebut area backbone.

Selain area backbone, kita dapat membuat area kita sendiri, misal area 1, area 15, area 30, namun area-area tersebut harus terhubung ke area backbone. Untuk menghubungkan area-area yang kita buat sendiri dengan area backbone perlu terdapat sebuah router yang berperan sebagai ABR (Area Border Router). Router ini menjadi penghubung antara area backbone dengan area lain.

Selain ABR, terdepat beberapa fungsi dan peran yang dimiliki router pada jaringan OSPF :

1. Internal Router, adalah router yang keseluruhan interface/linknya terletak dalam satu area.
2. Backbone Router, adalah router yang salah satu link atau seluruhnya terletak di area backbone
3. Autonomous System Boundary Router, adalah router yang salah satu interface/linknya mengarah ke jaringan yang menggunakan routing protocol selain OSPF.

Kelebihan :
- Digunakan pada jaringan berskala besar.
- Mendukung VLSM dan CIDR
- Tidak memiliki batasan pada hop count (unlimited hop count)
- Merupakan open standart protocol sehingga bisa digunakan pada vendor yang berbeda
- Proses convergence yang cepat
- Mendukung mekanisme autentikasi
- Hanya melakukan update ketika terjadi perubahan jaringan

Kekurangan :
- Mengkonsumsi banyak resource
- Membutuhkan perencanaan dalam mendesain dan mengimplementasikannya dalam jaringan

4. IS-IS (Intermediate System - Intermediate System)
 

IS-IS merupakan link state routing protocol yang termasuk dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol). IS-IS menggunakan algoritma Dijkstra seperti OSPF untuk menentukan jalur routing. Pada IS-IS juga terdapat konsep area seperti OSPF, namun area pada IS-IS berbeda dengan area pada OSPF.

Jika pada OSPF, antar area dipisahkan oleh interface yang berbeda area, maka pada IS-IS, antar area dipisahkan oleh link yang menghubungkan router pada area satu dengan router pada area lain. Dengan kata lain, satu router hanya akan memiliki satu area, namun satu area bisa terdapat beberapa router.

Ilustrasi area pada OSPF dan IS-IS
Selain konsep area, terdapat pula istilah level pada IS-IS, dimana terdapat level 1, level 2, dan level 12 (level satu dan dua). Level 1 merupakan intra-area router yang hanya mengetahui jalur routing dalam satu area. Level 2 merupakan backbone router, mengetahui seluruh jalur routing baik intra-area maupun inter area. Level 12, yakni router yang menerapkan kebijakan baik level 1 maupun level 2. Router dengan level 1-2 akan memiliki dua database, satu untuk level 1, satu lagi untuk yang level 2.

Kelebihan :
- Memiliki kemanan yang lebih terhadap informasi routing update
- Mendukung VLSM dan CIDR
- Proses convergence yang cepat
- Scalable
- Hanya melakukan update ketika terjadi perubahan jaringan

Kekurangan :
- Konfigurasi lebih rumit

5. BGP (Border Gateway Protocol)
 

BGP merupakan satu-satunya routing protocol yang berfungsi sebagai exterior gateway protocol. BGP menghubungkan router-router yang berbeda AS. BGP terletak di bagian terluar dari suatu AS.

BGP termasuk dalam kategori advanced distance vector, namun kenyataannya dalam pemilihan jalur, BGP tidak hanya menggunakan acuan jarak, namun juga menggunakan parameter dan atribut lain yang lebih kompleks. Bahkan ada yang menyebut BGP sebagai path vector routing protocol karena BGP tidak hanya menentukan jalur terbaik (best path) tapi juga membentuk mekanisme routing yang bebas dari routing loop. BGP sering digunakan untuk koneksi antar ISP. Dalam penerapannya nanti, akan ada kebijakan-kebijakan antara pihak yang menggunakan BGP, sehingga akan mempengaruhi konfigurasi dari BGP itu sendiri.

Kelebihan :
- Lebih powerfull dari routing protocol yang lain karena BGP berfungsi sebagai Exterior Gateway Protocol
- Mendukung VLSM dan CIDR

Kekurangan :
- Konfigurasi yang lebih kompleks

Perbandingan Jalur Routing RIP dan EIGRP

Seperti yang kita tahu, routing information protocol (rip) dan enhanced interior gateway routing protokol (eigrp) merupakan jenis routing protokol yang digunakan ketika kita akan melakukan routing dinamik. RIP merupakan open protocol sedangkan EIGRP merupakan cisco proprietary. Keduanya sama-sama distance vector routing protokol, namun masing-masing protokol (rip ataupun eigrp) menggunakan parameter yang berbeda untuk menentukan jalur routingnya.

Jika dilihat dari jenis keduanya yakni distance vector protocol, seharusnya pemilihan jalur routing didasarkan pada jumlah hop yang dilalui oleh paket (hop count). Namun apakah eigrp juga menggunakan hop count sebagai dasar dalam menentukan best path ? Artikel ini akan membahas  mengenai perbandingan antara RIP dan EIGRP dalam menentukan jalur yang akan  dilewati paket untuk sampai ke tujuan.

Sebelum membandingkan rip dan eigrp, kita bahas sedikit tentang distance vector terlebih dahulu ya. Apa itu distance vector ? Distance vector merupakan salah satu jenis routing protocol. Routing protocol hanya ada pada routing dinamik. Distance vector menggunakan paramater "jarak (distance)" dalam menentukan pemilihan jalur lewatnya  paket. Router-router yang menggunakan distance vector routing memanfaatkan router di dekatnya (neighbor) untuk memperoleh informasi jalur routing menuju network yang lain.

Distance vector tidak dapat mengetahui secara pasti jalur-jalur yang harus dilalui untuk menuju ke sebuah network yang jauh (melewati banyak router). Ia hanya memanfaatkan informasi yang diterima dari router didekatnya saat melakukan update tabel routing. Lanjut ke pembahasan rip dan eigrp ya.

Perbandingan Jalur Routing
Berikut adalah topologi yang akan digunakan untuk menjelaskan perbandingan rute pada rip dan eigrp. Topologi pertama menggunakan routing rip. Untuk konfigurasi routingnya tidak akan saya bahas karena saya yakin kalian sudah bisa mengkonfigurasinya.


Topologi RIP
Setelah semua router dikonfigurasi routing rip, lakukan pengecekan dengan menggunakan perintah show ip route maupun show run | begin rip . Pastikan routing rip sudah dikonfigurasikan. Kemudian lakukan trace jalur dari PC A ke PC B menggunakan perintah tracert. Hasilnya adalah seperti berikut :

Untuk sampai ke PC B, paket dari PC A melewati jalur RA-R4-R5-RB. Hal ini sesuai dengan karakter distance vector yakni memilih jalur yang jumlah routernya lebih sedikit. Kalian juga dapat mengeceknya menggunakan mode simulasi pada cisco packet tracer karena akan terlihat jelas router mana saja yang dilewati oleh paket.

Selanjutnya adalah topologi routing EIGRP. Silahkan konfigurasi routing eigrp pada setiap router yang ada.

Topologi EIGRP
Lakukan verifikasi menggunakan perintah show ip route maupun show run | begin eigrp . Kemudian trace jalur dari PC A ke PC B menggunakan perintah tracert. Berikut adalah hasil tracert dari PC A ke PC B :

https://2.bp.blogspot.com/-P5I5XmBHmGQ/WjNw1UudGPI/AAAAAAAABxI/VTjUtYl9J2A4XqjnZ8A0MnhZ9RVyPpKYACLcBGAs/s1600/eigrp_tracert.jpg
Sudah melihat perbedaannya jika dibandingkan dengan hasil tracert pada routing rip tadi ? Jika belum akan saya bantu jelaskan. Dilihat dari hop-hop yang dilewati oleh paket, terlihat bahwa jalur yang digunakan oleh paket adalah RA-R1-R2-R3-RB alias paket melewati router-router yang terletak di atas. Kok paket malah melewati jalur yang banyak routernya ya ? Bukankah kalau distance vector itu lebih memilih jalur yang sedikit routernya ? Lanjut ke bagian penjelasan.

Penjelasan
Di awal tadi saya mengatakan bahwa rip dan eigrp merupakan distance vector routing protocol. Meski begitu, rip dan eigrp menggunakan parameter (metric) yang berbeda dalam pemilihan jalur. RIP menggunakan metric hop count, yakni pemilihan jalur berdasarkan jarak yang paling dekat. Apabila dalam jaringan terdapat dua jalur untuk menuju ke sebuah network, maka rip akan memilih jalur yang jumlah routernya paling sedikit. Inilah yang disebut dengan hop count.


Sedangkan eigrp menggunakan metric composite yang didasarkan pada nilai bandwidth dan delay (sebenarnya masih ada parameter lain, namun yang menonjol adalah dua parameter tersebut) dari sebuah link. Link adalah koneksi antara dua router.

Sekarang masuk ke penjelasan dari topologi di atas tadi. Pada topologi tersebut terdapat dua jalur yang bisa dilalui paket dari PCA untuk bisa sampai ke PCB. Ada jalur atas dan jalur bawah. Jalur atas terdapat 3 router, sementara jalur bawah terdapat 2 router. Hasil pengecekan pada routing rip menunjukan bahwa rip memilih jalur yang bawah untuk melewatkan paket menuju PCB. Kenapa ?

Karena jalur yang di bawah hanya terdiri dari 2 router, dan karena rip berpedoman pada hop count maka rip akan lebih memilih jalur bawah karena jumlah router yang harus dilewati paket lebih sedikit daripada jalur yang di atas. Jalur atas harus melewati 4 router (R1-R2-R3-RB) untuk sampai ke tujuan, sedangkan jalur bawah hanya perlu melewati 3 router (R4-R5-RB).

Jalur routing pada topologi RIP
Selanjutnya adalah penjelasan pada topologi EIGRP. Ingat, eigrp menggunakan metric yang berbeda dari rip, bukan hop count. Inilah istimewanya eigrp. Meskipun termasuk distance vector, namun eigrp memiliki metric tersendiri.

EIGRP menggunakan kalkulasi antara bandwidth, delay, reliability, dan load untuk menentukan jalur. Coba lihat lagi topologi pada routing eigrp di atas. Antara jalur atas dan bawah memiliki bandwidth yang berbeda. Jalur atas memiliki bandwidth sekitar 208 Mb/s sedangkan jalur bawah hanya sekitar 3,6 Kb/s (Bandwidth sengaja saya set demikian dan hanya untuk contoh) .

Eigrp akan cenderung  memilih jalur yang memiliki bandwidth besar meskipun jumlah router yang harus dilewati banyak. Jalur dengan jumlah router yang lebih sedikit belum tentu lebih cepat. Jika bandwidth yang tersedia kecil, maka jalan yang dilewati paket akan sempit. Sebaliknya, jalur yang memiliki bandwidth besar dapat menyediakan jalan yang lebih lebar sehingga paket lebih leluasa untuk lewat.

Jalur Topologi EIGRP
Kesimpulan
RIP dan EIGRP merupakan distance vector routing protocol namun keduanya menggunakan metric yang berbeda. Metric adalah parameter yang digunakan router untuk menentukan jalur routing. RIP menggunakan metric hop count yang mengacu pada jumlah router yang harus dilewati oleh paket agar sampai ke tujuan. Sedangkan eigrp menggunakan composite metric yang mengacu pada nilai bandwidth dan delay sebuah link. Meskipun jumlah router yang dilewati banyak namun jika bandwidth yang tersedia cukup besar maka itulah yang akan dipilih. 


Sekian Artikel Receh pada postingan ini hehhee, semoga bermanfaat, dan bisa membantu kalian.
Hahaha ya begitu dah , sekian tutorial ringan kali ini. itung2 buat nambah wawasan dan santay2 ngopi sambil ngoprek ^_^ 


owh iya, Bila ada Link atau gambar pada Artikel Blog ini ada yang rusak/Mati, harap lapor disini
 

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")
bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak.
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: TKJ CYBER ART
Nue cuma niat untuk Share Tutorial, yg bertujuan utk membantu para pemula kek Nue :')
Sekian dan semoga bermanfaat .. terimakasih 


Thanks to [Refrensi]:
cisco.com


./Nuenomaru







Visit and follow :

FP         : TKJ Cyber Art

G+         : TKJ Cyber Art
youtube : TKJ Cyber Art
BBM      : C0018D1A2
Line       : http://line.me/ti/p/%40hjl8740i
Read More

Pengertian Routing, Static Routing, dan Dynamic Routing

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
untuk Basic yang ada di dalam Materi SG Diary Config akan saya percepat updatenya, karena Basic Artikel ini berguna untuk kalian yang baru Mulai menyentuh dunia Jaringan.
untuk para Master silahkan skip artikel Basic ini ^_^ atau boleh unfollow artikel ini akwkawk.



Dalam dunia jaringan komputer, sebuah komputer/host hanya bisa berkomunikasi dengan host lain yang terletak dalam satu jaringan yang sama. Secara default, mereka tidak bisa berkomunikasi dengan jaringan komputer lain. Lalu bagaimana jika terdapat paket yang harus dikirimkan/ditujukan untuk komputer pada jaringan lain ? Untuk menangani permasalahan tersebut, maka digunakanlah routing.

Apa itu routing ? Routing adalah proses menentukan jalur yang akan dilalui oleh paket. Perangkat yang melakukan routing adalah router. Router dikenal sebagai perangkat jaringan yang cerdas karena memiliki cpu dan memory serta kemampuannya untuk menentukan jalur lewat paket serta mampu menghubungkan beberapa jaringan komputer yang berbeda.

Dengan routing, sebuah paket dapat keluar masuk ke jaringan lain secara bebas sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Routing dibedakan menjadi 2, yakni static routing dan dynamic routing.

Static Routing
 

Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual. Setiap jaringan yang akan dirouting harus dikonfigurasi satu persatu oleh administrator jaringan. Kelebihan dari static routing adalah lebih aman serta tidak memutuhkan sumber daya yang besar.

Sementara kekurangannya adalah apabila terjadi perubahan dalam suatu jaringan, maka administrator harus melakukan routing ulang sehingga sesuai dengan jaringan yang baru.

Static routing dikenal lebih aman karena pada static routing tidak ada update informasi tabel routing yang dikirimkan ke router lain. Tabel routing adalah kumpulan jalur routing yang telah dikonfigurasi. Informasi yang terdapat dalam tabel routing antara lain :
- network destination (jaringan tujuan)
- subnet mask (subnet mask jaringan tujuan)
- gateway

Gateway bisa berupa next hop (ip address pada router berikutnya yang akan dilalui paket) atau out-interface (interface yang akan dilalui paket untuk keluar ke jaringan luar). Static routing lebih cocok jika digunaan pada perusahan kecil, karena pada perusahaan tersebut, jaringan yang digunakan tidak begitu besar dan kompleks.


Catatan : routing dilakukan jika jumlah router yang terdapat pada topologi jaringan lebih dari 1. Apabila hanya terdapat 1 buah router, maka tidak perlu routing.

Dynamic Routing

Dynamic Routing adalah routing yang berkerja menggunakan protokol routing dan memiliki algoritma dalam menentukan jalur. Kelebihan dari dynamic routing adalah apabila terjadi perubahan dalam suatu jaringan, maka protokol routing akan secara otomatis melakukan routing ulang sehingga dapat menyesuaikan dengan keadaan jaringan yang baru.

Sementara kekurangannya adalah dynamic routing membutuhkan sumber daya jaringan yang lebih besar (seperti CPU dan memory) sehingga performa jaringan dapat menurun.

Dynamic routing menggunakan suatu protokol routing. Protokol tersebut akan menentukan jalur - jalur yang akan dilewati paket, membuat tabel routing serta mengubah tabel routing apabila terjadi perubahan pada jaringan.

Pada dynamic routing, terdapat update tabel routing yang dilakukan secara periodik. Fungsi dari update tabel routing ini adalah, agar setiap router yang terhubung dapat mengenali jalur - jalur yang digunakan oleh router pengirim. Nantinya, router - router dalam jaringan tersebut akan bekerja sama untuk meneruskan paket - paket agar sampai ketujuan.

Karena update tabel routing itulah, dynamic routing menjadi kurang aman. Hal ini dikarenakan sewaktu tabel routing beredar di jaringan, informasi yang dibawa dapat dicuri atau disadap oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Lain halnya dengan static routing yang tidak melakukan update tabel routing.

Dynamic routing cocok digunakan untuk jaringan berskala menengah hingga besar karena pada jaringan tersebut lalu lintas data begitu banyak dan kompleks. Dynamic routing didesain dengan menggunakan algoritma dan protokol routing untuk menangani jalur - jalur pada perusahaan tersebut dan akan mengubah jalur secara otomatis apabila terjadi perubahan.

Berikut adalah tabel yang akan membandingkan static routing dengan dynamic routing :


Sekian Artikel Receh pada postingan ini hehhee, semoga bermanfaat, dan bisa membantu kalian.
Hahaha ya begitu dah , sekian tutorial ringan kali ini. itung2 buat nambah wawasan dan santay2 ngopi sambil ngoprek ^_^

owh iya, Bila ada Link atau gambar pada Artikel Blog ini ada yang rusak/Mati, harap lapor disini

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")
bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak.
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: TKJ CYBER ART
Nue cuma niat untuk Share Tutorial, yg bertujuan utk membantu para pemula kek Nue :')
Sekian dan semoga bermanfaat .. terimakasih

Thanks to [Refrensi]:

sumber 


./Nuenomaru










Visit and follow :

FP         : TKJ Cyber Art

G+         : TKJ Cyber Art
youtube : TKJ Cyber Art
BBM      : C0018D1A2
Line       : http://line.me/ti/p/%40hjl8740i


Read More

Sunday, 5 August 2018

Pengenalan dan Klasifikasi IP Address, Pengertian Subnet Mask, Mengenal Notasi CIDR

Hello World; Malam Fans, Please Say Hello Haters ;*
untuk Basic yang ada di dalam Materi SG Diary Config akan saya percepat updatenya, karena Basic Artikel ini berguna untuk kalian yang baru Mulai menyentuh dunia Jaringan.
untuk para Master silahkan skip artikel Basic ini ^_^ atau boleh unfollow artikel ini akwkawk.
Bagi sebagian orang yang sudah akrab dengan dunia komputer dan jaringan mungkin sudah tidak asing dengan ip address. Hal tersebut merupakan hal dasar yang harus diketahui serta dipahami oleh mereka. Tapi bagaimana dengan orang - orang yang masih awam dan ingin mempelajari seputar dunia kompuer dan jaringan ? Postingan berikut dapat kamu gunakan untuk memberikan informasi awal dan dasar untuk kamu yang ingin atau memiliki minat pada dunia komputer. di Postingan ini kita akan bermain pada OSI Layer, layer ke 3.

Lalu, apa yang dimaksud dengan ip address ? Saya akan berikan definisi yang begitu singkat serta sederhana dan semoga mudah untuk dipahami. Jadi, IP Address adalah sebuah alamat logikal yang dimiliki oleh komputer. Kenapa disebut alamat logikal ? Karena secara fisik memang alamat ini tidak dapat kita lihat.
 

Pengenalan IP Address

Kita dapat melihat IP Address pada konfigurasi di dalam komputer. Bisa melalui Network Connection (Pada Windows), melalui Command Prompt dengan perintah ipconfig (Pada Windwos), atau juga pada terminal menggunakan perintah ifconfig (Pada linux).


Via Network Connection

Via Command Prompt
Kalau pada komputer terdapat alamat logikal, apakah komputer juga memiliki alamat fisik ? Jawabannya adalah IYA. Alamat fisik pada sebuah komputer disebut dengan MAC Address (Media Access Control Address). Penjelasan mengenai mac address ini mungkin akan saya jelaskan pada postingan yang lain.

Nah bebricara kembali mengenai ip address. Saat ini, ip address yang digunakan oleh komputer - komputer umumnya masih menggunakan IP Address Versi 4. Versi lainnya adalah IP Address Versi 6 yang saat ini belum digunakan secara umum.

IP Address (Versi 4) ini memiliki panjang yakni 32 bit bilangan biner yang bisa dinotasikan secara decimal. 32 bit ini dibagi menjadi 4 bagian yang masing - masing bagian disebut oktet, sehingga ip address terdiri dari 4 oktet dimana setiap oktet terdiri dari 8 bit (8 bit diperoleh dari 32 bit dibagi 4). Setiap oktet dipisahkan dengan tanda dot (.).

Contoh ip address :
00001010.00001010.00001010.00000001 (10.10.10.1)
11000000.10101000.00000000.00000001 (192.168.0.1)
IP Address terdiri dari 2 bagian yakni Network ID dan Host ID. Network ID menggambarkan terletak dijaringan manakah sebuah komputer tersebut, sementara Host ID menggambarkan letak sebuah komputer dalam sebuah jaringan. Sebelumnya, lihat dulu gambar berikut :
Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa ip address 192.168.1.3 memiliki network ID 192.168.1.0 dan Host ID .3, Maka komputer yang memiliki ip address tersebut terletak pada jaringan 192.168.1.0 dan komputer tersebut terletak pada urutan ketiga dari jaringan tersebut. Sebagian mengilustrasikan Network ID sebagai nama jalan dan Host ID sebagai nomor rumah untuk mempermudah dalam memahami ip address.

Klasifikasi IP Address

Jadi, jika ditinjau secara umum, berdasarkan sifat serta penggunaannya, IP Address dibedakan menjadi 2 yakni IP Address Private dan IP Address Public atau orang - orang umum menyebutnya ip privat dan ip public. Lalu apa perbedaan dari keduanya ?

IP Private :

- Digunakan untuk berkomunikasi pada jaringan lokal
- Jumlah ip address yang dapat digunakan lebih sedikit daripada ip public (sudah ada ketentuannya)
- Tidak bisa dirouting ke Internet (Apa itu routing ? Nanti akan saya jelaskan pada postingan yang lainnya)
- Tidak digunakan untuk berkomunikasi di internet

IP Public :

- Digunakan untuk berkomunikasi di internet
- IP Address yang dapat digunakan lebih banyak daripada ip privat
- Bisa dirouting ke Internet
- Jarang digunakan untuk komunikasi pada jaringan privat/lokal bahkan tidak.

Itulah beberapa perbedaan antara IP Privat dan IP Public. Sekarang yang perlu diketahui adalah ip address mana saja yang dapat digunakan sebagai ip private karena memang untuk ip private sudah ada aturan/ketentuannya. Berikut ini adalah daftar ip address private (ip address yang dapat digunakan untuk jaringan privat/lokal) :


 Selanjutnya akan saya bahas klasifiaksi ip address berdasarkan penggunaan kelas - kelas ip. Dilihat dari penggunaan kelas ip address atau tidak, ip address dibedakan menjadi 2 yakni ip classless dan ip classfull. Lalu apa perbedaannya ?

IP Classless
IP Classless adalah ip address yang tidak menggunakan kelas - kelas ip address. IP Address yang tidak menggunakan kelas, dapat menggunakan subnet mask mana saja (tidak hanya subnet mask default). Ciri dari ip classless adalah memiliki notasi prefix (tanda /) diluar notasi prefix pada ip classfull. Subnet mask yang digunakan mengacu pada notasi prefix yang dimiliki. Untuk daftar subnet mask yang bisa digunakan bisa dilihat pada postingan mengenai subnet mask.
Contoh :
192.168.10.8/25
10.10.20.5/20
172.168.1.1/30


IP Classfull
IP Classfull adalah ip address yang memiliki kelas - kelas ip address. Terdapat 5 kelas dalam ip address ini yakni kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, kelas E. Namun hanya kelas A, B, dan C yang digunakan untuk kepentingan umum dalam jaringan komputer. Kelas D dan E hanya digunakan untuk keperluan khusus. Lalu ip address mana saja yang merupakan anggota kelas A, B, C, D, serta E ?


Untuk IP Classfull, notasi prefix yang digunakan antara lain /8 (untuk kelas A), /16 (untuk kelas B), serta /24 (untuk kelas C). Sementara notasi prefix untuk Kelas D dan E tidak didefinisikan. Subnet mask yang digunakan adalah subnet mask default untuk setiap kelas (lihat gambar Daftar IP Address Private)

Dalam prakteknya ketika kita mendesain jaringan komputer, ip classless lebih cenderung digunakan karena kita dapat menentukan jumlah ip address yang digunakan sesuai dengan jumlah host yang pada jaringan, sehingga penggunaan ip address bisa lebih efisien.

Penggunaan dan pengalokasian IP Publik diatur secara ketat

Perjalanan IPv4 dalam dunia internet dan jaringan bermula di awal tahun 1970, ketika itu projek DARPA (Defense Advanced Reserch Project Agency) yang menjadi cikal bakal internet saat ini. dikala itu karena jumlah komputer yang menggunakan internet belum seberapa jumlah nya maka digunakakanlah pengalamatan 32bit angka binary sebagai IPv4 untuk perangkat jaringan dan komputer. dengan 32bit IPv4 didapatkan 4,294,967,296 IP unik ini merupakan angka yang sangat banyak dikala itu dan lebih dari cukup. Semua berubah ketika negara api menyerang. diawal tahun 1990an pertumbuhan dunia komputer dan jaringan sangat pesat sedangkan pengalokasian IP disaat itu belum ada. karena menyadari bahwa IP bakal habis jika tidak diatur maka munculah ide untuk mengalokasikan IP khusus untuk perangkat Local network atau yang dikenal dengan IPv4 Private addresses, itu tersebut direalisasikan dalam terbitan RFC 1918 yang berisi deretan IP yang harus digunakan untuk perangkat Local Network /internal network.


IP private telah ditentukan dan diatur dalam terbitan RFC 1918 , dan penggunaan nya tidak perlu registrasi karena ruang lingkupnya hanya jaringan local. beda dengan IP Public yang bisa diakses dari manapun /global ,untuk dapat menggunakan IP public seseorang/organisasi harus mendaftar dulu kepada otoritas terdekat seperti ISP untuk mendapat alokasi IP public yang akan digunakan.
pengalokasian IP addresses public diatur oleh organisasi yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority). IANA bertanggung jawab atas pengalokasian IP address (baik IPv4 atapun IPv6) ,mengalokasikan IP khusus untuk keperluan Khusus seperti militer /penelitian,mengatur dan mendistribusikan IP berdasar regional /negara .
Kedua jenis IPv4 ataupun IPv6 pada dasarnya dialokasikan secara terstruktur. pengguna/organisasi dapat mendapatkan IP address public dari ISP (Internet Service Provicer) , ISP mendapat Alokasi IP address dari LIR (Local Internet Registry) atau National Internet Registry (NIR) atau mendapat alokasi dari Regional Internet Registry (RIR). karena IP public dalam penggunaan nya memerlukan registrasi sebelum dialokasikan maka IP Public ketika di WHOIS (istilah untuk melihat kepada siapa IP /Domain diregister) akan muncul data dari pemilik/organisasi dan negara pemegang IP public tersebut.makanya keberadaan hacker dapt diketahui dari jejak /log IP yang tertinggal ketika melakukan hacking di TKP.
Untuk saat ini dinia dibagi menjadi 5 region (RIR )untuk menagani pendistribusian dan registrasi IP public:



Demikian penjelasan mengenai klasifikasi ip address. Semoga dapat menambah pemahamannya tentang ip address.

Pengertian Subnet Mask


Dalam sebuah komputer, ip address selalu memiliki pasangan yang dinamakan subnet mask. Mungkin sebagian dari kamu sudah tahu dan mungkin juga sudah paham. Tetapi bagi orang - orang yang masih awam dengan jaringan komputer dan ingin mendalami dunia komputer, saya akan berikan sedikit penjelasan mengenai subnet mask.

Jadi apa itu subnet mask ? Dari awal saya belajar komputer dan dunia jaringan komputer, sebenarnya saya juga belum mendapatkan pengertian subnet mask yang pasti dan benar. Namun berdasarkan pengamatan saya dan dilihat dari fungsi subnet mask tersebut, pengertian subnet mask adalah sekumpulan angka dengan panjang 32 bit yang terbagi menjadi 4 oktet dan berfungsi untuk menentukan network ID suatu host/komputer.

Dari pengertian tersebut, sekilas hampir sama dengan pengertian ip address. Akan tetapi bagian yang sangat menonjol dan membedakannya dengan ip address adalah, bahwa subnet mask berfungsi untuk menentukan Network ID suatu host, sementara ip address merupakan alamat logikal suatu host.

Contoh subnet mask :
255.255.255.0
255.255.0.0
255.255.128.0
255.255.255.240


Berikut adalah gambar contoh subnet mask yang bisa digunakan :


contoh Subnet Mask
Lalu bagaimana subnet mask bisa menentukan network ID suatu host ? Berikut adalah cara untuk menentukan network ID suatu host dengan syarat subnet mask harus diketahui. Apabila subnet mask tidak diketahui maka network ID menjadi sulit untuk ditentukan.
Misal terdapat ip address 192.168.8.4 dan subnet mask 255.255.255.0.


Pertama, kita ubah angka - angka di atas menjadi notasi biner :
192.168.8.4      = 11000000.10101000.00001000.00000100
255.255.255.0  = 11111111.11111111.11111111.00000000


Langkah kedua, kita AND-kan bilangan - bilangan tersebut. Apa itu AND ? AND adalah salah satu operasi dalam bilangan boolean. Prinsipnya, bilangan - bilangan yang sama akan menghasilkan nilai 1 sementara yang berbeda akan menghasilkan nilai 0.
Jadi jika kedua bilangan di atas di AND-kan maka hasilnya sebagai berikut :
192.168.8.4      = 11000000.10101000.00001000.00000100
255.255.255.0  = 11111111.11111111.11111111.00000000
                         = 11000000.10101000.00001000.00000000


Langkah terakhir adalah mengubah bilangan biner hasil operasi AND menjadi bilangan desimal :
11000000.10101000.00001000.00000000 = 192.168.8.0


Sehingga sebuah host dengan ip address 192.168.8.4 dengan subnet mask 255.255.255.0 memiliki network ID 192.168.8.0

Mengenal Notasi CIDR

Dalam sebuah penulisan ip address atau ip block sering kita jumpai tanda prefix "/" (disimbolkan dengan slash) dibagian akhir suatu ip address. Misal :
192.168.1.5/24
192.168.100.11/27
10.10.12.4/18
... dsb.
Tanda prefix tersebut menggambarkan panjang subnet mask (jumlah bit yang bernilai 1 pada subnet mask). Tanda prefix ini disebut juga sebagai notasi CIDR. 


Jadi apa itu notasi CIDR ? Kita bahas sedikit tentang CIDR terlebih dahulu. CIDR (Classless Inter-Domain Routing) merupakan suatu cara yang memungkinkan kita untuk mengalokasikan ip address sesuai dengan kebutuhan jaringan.

Kembali lagi ke notasi CIDR. Jadi notasi CIDR adalah sebuah cara untuk menuliskan subnet mask dari sebuah ip address sehingga penulisannya menjadi lebih ringkas. (Mungkin sedikit tidak nyambung ya dengan pengertian CIDR, tapi ya seperti itulah. Untuk pengertian dari CIDR sendiri saya juga masih belum yakin). Dengan notasi CIDR, penulisan ip address beserta subnet mask dapat diringkas.

Bagaimana cara menentukan notasi CIDR suatu ip address ?  Kita lihat subnet mask nya terlebih dahulu. Misal sebuah ip address 192.168.7.10 memiliki subnet mask 255.255.255.192. Kemudian kita ubah subnet mask menjadi bentuk binary. Sudah bisakah mengubah decimal ke binary ? Jika belum, kamu bisa menggunakan software ipcalculator untuk mempermudah kamu dalam mengkonversi bilangan decimal ke binary dan sebaliknya. 

Lanjut ke pembahasan. Kita ubah seubnet mask menjadi bentuk binary :
255.255.255.192 = 11111111.11111111.11111111.11000000
Setelah itu kita tinggal menghitung berapa jumlah bit yang bernilai 1. Karena jumlah bit 1 ada 26 maka tanda prefix nya adalah /26. Sehingga penulisan subnet masknya menjadi :
192.168.7.10/26


Berikut adalah tabel notasi CIDR yang mungkin bisa kamu pahami :

Sekian Artikel Receh pada postingan ini hehhee, semoga bermanfaat, dan bisa membantu kalian.
Hahaha ya begitu dah , sekian tutorial ringan kali ini. itung2 buat nambah wawasan dan santay2 ngopi sambil ngoprek ^_^


owh iya, Bila ada Link atau gambar pada Artikel Blog ini ada yang rusak/Mati, harap lapor disini

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")
bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak.
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: TKJ CYBER ART
Nue cuma niat untuk Share Tutorial, yg bertujuan utk membantu para pemula kek Nue :')
Sekian dan semoga bermanfaat .. terimakasih
 

Thanks to [Refrensi]:
Tembolok ID 

./Nuenomaru

Bidang IT tidak hanya soal programming dan networking. IT lebih dari sekedar itu. Jika Network infrastructure merupakan fokus kalian maka lakukan yang lebih dari sekedar "MEMBANGUN" Jaringan dengan memberikan Keamanan.



Visit and follow :

FP         : TKJ Cyber Art

G+         : TKJ Cyber Art
youtube : TKJ Cyber Art
BBM      : C0018D1A2
Line       : http://line.me/ti/p/%40hjl8740i
Read More